Pertimbangan Sebelum Memulai Sebuah Bisnis Sampingan

Diposting pada
Pertimbangan Sebelum Memulai Sebuah Bisnis Sampingan Pertimbangan Sebelum Memulai Sebuah Bisnis Sampingan

Usaha sampingan selalu menarik hati membuat karyawan. Impian penghasilan yang besar dikala waktu kebebasan selalu menjadi daya tariknya. Tidak sedikit karyawan yang alhasil menanamkan uang dan memulai bisnis sampingan.

Perlu berguru dengan sungguh-sungguh sebelum memulai.
Saya menulis ini sehabis bertemu dengan seorang sahabat usang beberapa waktu yang lalu. Cerita semacam ini.

Ia baru-baru ini kehilangan uang ratusan juta dolar sebab kehilangan besar bisnis sampingannya. Desakan pada kisah sukses pada bisnis, sahabat ini yang masih merupakan pegawai bank NEGARA, berinvestasi di peternakan di luar Jawa yang katanya menjanjikan kentungan bunga bank di atas yang berlipat ganda dalam waktu singkat.

Tidak hingga 6 bulan, usahanya mulai goyah dan setahun kemudian bangkrut. Orang ini kehilangan investasi bukan jejak.

Saya sudah mengalami hal yang sama.

Saudara yang baru diundang pensiun, kami membuka warung bakso. Karena tidak mengerti administrasi operasional bakso, warung kepada orang lain yang kami percayai.

Karena masih berfungsi, saya hanya tiba 1-2 kali seminggu pada simpulan pekan. Awalnya, hasil penjualan bakso adil. Tapi, usang – lama, setiap bulan merugi.

Uang dari penjualan tidak meliputi biaya operasi.

Tepat setahun, kami memutuskan untuk menutup kios-kios bakso, untuk menghindari kerugian yang lebih besar, meskipun ibukota sedang terburu-buru.

Belajar dari pengalamannya sendiri dan mendengar dongeng teman-teman-teman yang menderita nasib yang sama, saya ingin membuatkan faktor – faktor apa yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda menanamkan uang dalam upaya untuk membiarkan hasilnya berhasil sesuai dengan harapan.

Pertimbangan Dari Memulai Bisnis

Pertama, penting untuk memakai nalar sehat atau nalar sehat dalam mengevaluasi bisnis atau usaha penawaran. Apakah tingkat manfaat yang ditawarkan masuk nalar atau tidak.

Keuntungan yang luar biasa tinggi dalam waktu singkat perlu dibentuk waspada, bukannya dianggap sebagai keberuntungan. Orang-orang berkata, ‘terlalu anggun untuk menjadi kenyataan’, untuk hasil yang terlalu berlebihan.

Yang celaka, banyak yang gampang tergiur dikala berhadapan dengan iming-iming keuntungan yang tinggi -. Tanpa sempat menyadari, bahwa usulan itu benar-benar masuk akal. Mimpi keuntungan besar mengalahkan nalar sehat.

Kami menyarankan Anda bertanya dengan kritis, mengapa bisnis ini menghasilkan keuntungan yang tinggi. Apa rahasianya, apa strateginya.

Jika bisnis ini menghasilkan keuntungan yang sangat tinggi, mengapa orang lain tidak masuk ke bisnis ini. Penting juga menilik perkiraan yang dipakai dalam membuat prediksi atau asumsi.

Apa perkiraan yang realistis. Misalnya, jangan diasumsikan ekonomi akan selalu tumbuh dan cerah, tetapi kita tahu bahwa ekonomi sanggup naik dan turun. Dan lainnya – lainnya. Pokoknya, kritislah.

Jika analisis atau studi tidak mendapat balasan yang memuaskan atau bahkan mengakibatkan kecurigaan, saya menentukan untuk tidak berinvestasi.

Masih banyak peluang lain.

Kedua, sisi bisnis kawasan kita berinvestasi yaitu bidang yang harus kita pahami di dalam dan di luar.

Tahu ins beluknya, kepala, lekak-lekuknya pegang dan pahami benar ‘ujung ke ujung’ proses.

Mengapa?

Karena dikala bisnis mengalami masalah, kita tahu penyebab dan solusinya.

Upaya akan menjadi kerja keras kalau solusi bergantung pada orang lain. Jika sebuah bisnis sedang bermasalah dan Anda tidak tahu apa kesulitannya, inilah waktunya untuk berpikir dan memilih, segera berguru bahwa ia mungkin memahami atau mencabutnya dari usaha itu.

Sebagai pemilik, penting bagi kami untuk sanggup menganalisis dan menemukan jalan keluar dari semua problem yang menimpa bisnis tersebut.

Ketika bakso bakso menghadapi problem yang mengakibatkan kerugian, saya tidak sanggup melaksanakan apa-apa – apa pun. Saya tidak mengerti bakso teknis dan operasional.

Hanya sanggup mengundurkan diri. Akhirnya, bisnis ditutup tanpa saya sanggup berbuat banyak.

Ketiga, sanggup memantau dan terlibat dalam pengembangan bisnis secara langsung.

Ini berarti bahwa, dihadiri dan dilihat sanksi serta operasi bisnis dalam waktu dekat. Dapat melihat pribadi bagaimana bisnis ini dijalankan sehari – hari.

Bukan lokasi bisnis yang jauh atau terisolasi sehingga tidak sanggup dilihat secara pribadi dan rutin.

Dengan mengunjungi dan memantau secara rutin, tindakan cepat sanggup diambil kalau problem datang. Proses berguru dan transfer pengetahuan juga lebih efektif.

Jadi, memahami tantangan dan taktik untuk mengatasinya juga sanggup dengan cepat dibangun.

Pengalaman seorang sahabat investasi pertanian di luar pulau di atas mengatakan pelajaran yang cukup. Dia tidak sanggup memantau secara teratur.

BORO boro – ingin belajar, sanggup melihat setahun sekali anggun sebab lokasi terpencil dan biaya transportasi yang mahal.

Akibatnya, dikala bisnis sedang bermasalah, teman-teman saya tidak tahu sebelumnya. Ketahuannya belakangan sehabis problem jadi duri dan rumit, jadi sudah sulit mencari solusi.

Semuanya sangat terlambat.

Dulu membuatkan tiga hal untuk mempertimbangkan sahabat – sahabat karyawan sebelum memulai bisnis sampingan.

Desakan pada keuntungan yang gurih sanggup masuk nalar dan hal-hal. Ini tidak manusiawi.

Namun, persiapan itu penting. Jangan gampang terpengaruhi untuk menunjukkan keuntungan selangit yang menjanjikan dalam waktu cepat.

Ingat, bisnis dan bisnis itu bukan pekerjaan mudah. Oleh sebab itu, lebih banyak pengusaha gagal daripada pengusaha sukses.

Kritik selalu hati-hati dan gunakan nalar sehat sebelum menanamkan uang dalam usaha apa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *