7 Cara Menjalankan Seni Administrasi Telemarketing Yang Efektif
Telemarketing

7 Cara Menjalankan Seni Administrasi Telemarketing Yang Efektif

Diposting pada

Sejujurnya, telemarketing sering dilabeli sebagai acara yang mengganggu oleh publik. Tidak jarang di kantor kami untuk mendengar ihwal keluhan rekan kerja tentang, misalnya, anjuran untuk menciptakan kartu kredit, memperlihatkan tunjangan tanpa bunga, untuk penawaran lain yang tidak tahu waktu dan cenderung memaksa. Mungkin Anda juga juga mengalaminya.

Namun, bagaimanapun, telemarketing yakni profesi yang mempunyai tup ok ok (tugas, pokok, dan fungsi). Pasti ada banyak dari kita yang mengerti profesinya. Nah, mungkinkah telemarketer sanggup menjadi figur yang disukai oleh calon pelanggan?

Jawabannya sangat mungkin!

Kali ini, saya akan menyebarkan tips untuk seorang telemarketer untuk ‘bertahan’ dari jepretan atau keluarnya calon pelanggan yang dipanggil.

Untuk menjadi telemarketer yang disukai, Anda harus:

1. Punya Alasan untuk Menghubungi

Tentu saja, seorang telemarketer harus mempunyai alasan untuk menghubungi pelanggan potensial. Tidak ada yang bahagia menerima panggilan telepon yang tidak jelas. Penting untuk mengungkapkan alasan dan manfaat yang terang yang akan diperoleh pelanggan potensial dari mendapatkan panggilan

Seorang telemarketer harus selalu berpikir bahwa informasi yang akan disampaikan sangat penting bagi mereka dan tidak akan membuang waktu berharga mereka.

Harus selalu diingat bahwa ketiga prinsip dalam membeli suatu produk yakni irit biaya, cepat dan solusinya menguntungkan. Jika Anda ingin menerima perhatian, terutama dari direktur super sibuk, penting untuk lebih spesifik (terutama ketika memperlihatkan layanan).

Oleh alasannya yakni itu, seorang telemarketer harus mempunyai pengetahuan produk yang dalam sebelum memulai kegiatan telemarketing.

2. Melakukan Penelitian Sebelum Memanggil

Jadilah telemarketer yang cerdas dan cerdas. Menurut penelitian yang dilakukan oleh New Voice Media, dengan meneliti 5 menit sebelum memanggil pelanggan potensial, seorang telemarketer sanggup mencapai prospek sukses dan mendapatkan komitmen untuk menindaklanjuti anjuran tersebut sebesar 86%.

Salah satu riset yang harus Anda lakukan yakni mencari tahu siapa yang akan Anda hubungi sehingga Anda sanggup menyesuaikan kata-kata pembuka yang akan digunakan. Menjadi telemarketer yang berorientasi pada detail juga akan mendukung riset Anda.

Misalnya, perusahaan pertambangan baru saja mengeluarkan siaran pers bahwa mereka akan membuka tambang di desa A. Sebagai perusahaan telemarketer, Public Affairs yang telah melaksanakan penelitiannya, Anda sanggup menciptakan pembukaan seperti:

BACA JUGA :   5 Tips Sukses Membuka Toko Offline Dengan Modal Kecil

“Saya tahu dalam siaran pers perusahaan Anda bahwa perusahaan Anda akan membuka tambang di kota A. Kami memahami bahwa Desa A mempunyai sejumlah problem konflik antara suku C dan E yang sering mempersulit operasi tambang di sekitarnya. Terutama dengan korban yang signifikan dari kedua suku dalam konflik sebelumnya. Kami percaya, perusahaan Anda akan sanggup menjalankan operasinya dengan lebih lancar ketika mempunyai administrasi pemangku kepentingan yang lebih strategis. Kami akan bahagia membantu perusahaan Anda dalam problem tersebut alasannya yakni kami mempunyai pengalaman meneliti A dan desa-desa sekitarnya selama belasan tahun. ”

Pembukaan semacam itu memperlihatkan bahwa Anda telah meneliti potensi kebutuhan pelanggan potensial Anda. Meskipun prospek tidak eksklusif mencapai kesepakatan, setidaknya Anda telah membangun korelasi dengan pelanggan potensial Anda serta memperlihatkan kemampuan Anda sebagai telemarketer yang andal.

3. Mempertanyakan Strategi Panggilan

Dalam dunia telemarketing, mengajukan pertanyaan yang sempurna lebih sulit daripada menjawab pertanyaan dengan benar. Salah satu kunci keberhasilan pemasaran umum selalu mengeksplorasi semua pertanyaan yang mungkin dari 5W 1H (Mengapa, Siapa, Di mana, Kapan, Apa, dan Bagaimana).

Tentu saja, panduan ini juga sanggup dipakai sebagai panduan telemarketer dalam melaksanakan tugasnya. Sebelum menelepon, selalu kritik daftar kalimat yang biasa Anda gunakan untuk diadaptasi dengan kebutuhan pelanggan potensial. Dengan cara itu, seorang telemarketer akan mendapatkan umpan balik yang lebih baik dari calon pelanggan.

4. Ingat! Telepon Identik dengan Obrolan

Memanggil tidak berarti berbicara kaku menyerupai robot yang hanya mengikuti panduan yang sudah diberikan. Ada elemen insan dalam aktivitas, jadi fleksibellah sebagai dialog langsung.

Yah, dimengerti bahkan ketika mengobrol tatap muka untuk beberapa orang perilaku kaku sulit untuk dihapus. Tapi, semuanya bisa dilatih, bila Anda benar-benar mempunyai kemauan.

5. Mengetahui Bahwa Memanggil Tidak Berarti Harus (Selalu) Menjual

Ingat bahwa memanggil pelanggan potensial bukan berarti menjual dan menjual. Jika itu cara Anda menjadi telemarketer, maka jangan kaget bila Anda sering mendapatkan “semprotan” ketika melaksanakan tugas. Ada beberapa tujuan menyerupai membangun korelasi di telepon pertama, misalnya, dan bahkan sanggup melanjutkan ke #email pemasaran Anda ketika korelasi bisnis berkembang dengan baik.

BACA JUGA :   Konsultan Pemasaran Internet Untuk Bisnis Online Anda

Jangan terlalu bersemangat untuk penjualan, penjualan dan penjualan, terutama pada ponsel pertama kepada calon pelanggan. Silakan periksa kembali pola pembukaan pada beberapa poin di atas sebagai ilustrasi.

6. Menenangkan Diri Sendiri

Beberapa telemarketer sering hanya berkomunikasi satu arah; Mereka berbicara banyak ihwal kelebihan yang ditawarkan dan produk lain tanpa mendengarkan apalagi memahami kebutuhan pelanggan potensial. Itu tentu saja sangat menyebalkan, bukan?

Memang tidak semua telemarketer mempunyai kepribadian yang fleksibel dalam berkomunikasi. Tetapi telemarketer seharusnya tidak menyerupai itu; Santai saja, luangkan beberapa menit untuk memulai sendiri sebelum memulai telepon.

Ingat bahwa tujuan telemarketer menelepon pelanggan atau klien potensial yakni menciptakan mereka tertarik. Tanda-tanda kesuksesan? Mereka yang bertanya lebih banyak atau berbicara dengan Anda sebagai telemarketer di seluruh percakapan telepon, bukan sebaliknya.

7. Mengakui Bahwa Bisnis Panggilan Pertama Tidak Selalu Berhasil

Secara umum, telepon pertama tidak mengarah eksklusif ke komitmen prospek. Ini harus diwujudkan sebagai keadilan dalam kegiatan penjualan lewat telepon. Penelitian yang dilakukan oleh DestinationCRM memperlihatkan bahwa setidaknya 5 pelanggan potensial dihubungi untuk mendapatkan komitmen prospek. Jika Anda galau ihwal bagaimana menyiapkan taktik pemasaran jarak jauh yang sesuai untuk bisnis Anda, cukup gunakan jasa konsultan bisnis freelance profesional.

Kesimpulan

Bukan mustahil menjadi telemarketer yang menyenangkan. Dengan menjadi telemarketer yang lebih cerdas dan strategis, semua kemungkinan yang jelek akan diminimalkan. Dengan melaksanakan hal-hal menyerupai penelitian pada pelanggan potensial, mengkritisi taktik telemarketing Anda, dan menjadi orang yang lebih hening ketika melaksanakan kegiatan telemarketing, prospek calon pelanggan sanggup diperbesar.

Apakah Anda punya inspirasi lain? Jangan ragu untuk membagikan inspirasi dan pengalaman Anda di bidang komentar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *